Warga Kampak Minta Tambang Timah Dilegalkan: Hasilnya Buat Ekonomi dan Bangun Masjid

by -2 Views

http://OrcaBroadNews.com JEBUS, BN16BANGKA- Warga Dusun Kampak, Desa Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar) menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah agar dapat membantu melegalkan aktivitas pertambangan biji timah di wilayah itu.

Hal ini disebutkan langsung oleh salah satu Tokoh Agama Dusun Kampak, H Mat pada Selasa (8/9/2026) siang saat tim dari Polsek Jebus melakukan penertiban dan memberikan imbauan kepada masyarakat dan penambang agar tidak lagi beraktivitas di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak.

“Kami harap pemerintah daerah dapat membantu memfasilitasi kami agar kami bisa menambang dengan legal. Karena yang dikerjakan saat ini di kawasan APL bukan hutan lindung, cuma kamu menyadari kegiatan ini berlangsung di daerah aliran sungai,” ujar H Mat.

Ia mengatakan, masyarakat selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertambangan. Sektor tersebut, kata H Mat sangat membntu perekonomian masyarakat. Selain itu, dari sektor ini juga, masyarakat menyisihkan dana yang masuk untuk membangun serta mempercantik 2 titik rumah ibadah masjid di wilayah tersebut.

“Ada dua masjid yang kami bangun di sini, pertama Masjid di Mendaru dan kedua di Masjid Kampak. Kami juga tidak melanggar kawasan HL, tapi di DAS, kami berharap pemerintah bisa ikut andil mencari solusi untuk masyarakat kami. Kami siap bekerja secara legal,” kata H Mat.

“Ekonomi masyarakat juga terbantu di sini, hutang di bank bisa tuntas. Kalau setop, ekonomi kita drop, kami harap aktivitas ini bisa kembali berjalan,” ujar H Mat.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Yudi. Ia berharap besar aktivitas pertambangan ini kembali berjalan seperti sebelumnya. Dengan begitu, ekonomi masyarakat dapat kembali stabil sembari membangun masjid untuk kenyamanan masyarakat banyak dalam beribadah

“Pada dasarnya kegiatan ini disetop itu kami duga ada oknum-oknum wartawan yang mau memecah belah antara masyarakat dengan APH. Dia ingin mengambil timah di sini, dengan dibackup salah satu smelter swasta yang ada di Bangka Belitung ini,” ungkapnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso membenarkan adanya kegiatan penertiban aktivitas tambang di DAS Dusun Kampak tersebut. Dalam kesempatan itu, Polsek Jebus yang dipimpin AKP Candra Wijaya didampingi tim kepolisian dari Pangkalan Sandar Polairud Polda Babel wilayah Jebus juga memberikan imbauan agar masyarakat menghentikan aktivitas penambangan.

“Menindaklanjuti pemberitaan di beberapa media online atau sosial, tindak lanjutnya Kapolsek Jebus tadi sama-sama kita dengar beberapa imbauan terhadap aktivitas pertambangan yang ada di Sungai Kampak. Kami harap warga di sini mematuhi yang disampaikan oleh Pak Kapolsek,” katanya.

“Sehingga antara masyarakat dengan pihak kepolisian ini kami harapkan tidak terjadi gesekan dan benturan yang sifatnya berseberangan. Tadi sudah sangat jelas dijelaskan Pak Kapolsek, kami harap dengan adanya kedatangan kami di sini oleh Pak Kapolsek tadi aktivitas di sini untuk saat ini dihentikan dulu,” ujarnya.

Polres Bangka Barat juga siap menindaklanjuti beberapa aspirasi dari masyarakat tentang harapan adanya regulasi yang jelas terkait aktivitas penambangan ini. Secara berjenjang, aspirasi ini akan diteruskan dan dilaporkan kepada pimpinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.