http://OrcaBroadNews.com (Pangkalpinang), INFO_PAS โ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatunu Indah, salah satunya melalui kegiatan cetak sawah. Dalam kegiatan tersebut, sembilan Warga Binaan bersama petugas dan masyarakat melakukan pembajakan lahan sebagai tahap awal pengembangan persawahan, Selasa (8/9) sore.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan program Kelurahan Binaan yang berjalan sejak Mei 2026. Lahan yang sebelumnya berupa rawa kini mulai diolah menjadi persawahan, dengan tahap awal seluas satu hektare dari rencana pengembangan hingga delapan hektare.
โBersama Kelurahan Tuatunu Indah dan masyarakat, kami mengolah lahan ini menjadi persawahan. Warga binaan turut dilibatkan agar dapat belajar, bekerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,โ ujar Febie, Rabu (9/9).
Ia berharap kegiatan ini menjadi pionir persawahan di Kota Pangkalpinang sekaligus membuka lahan produktif bagi masyarakat. Setelah pembajakan, tahap berikutnya dilanjutkan dengan penyemaian dan penanaman benih padi.
โKami berharap ini berkembang menjadi lahan produktif sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam pengembangan kawasan terbuka hijau di Tuatunu,โ tambahnya.
Sementara itu, Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi, menyambut baik keterlibatan Lapas Pangkalpinang dalam pengembangan wilayah. Ia menilai program Kelurahan Binaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat.

โKami mengapresiasi Lapas Pangkalpinang. Program ini mulai dirasakan manfaatnya, termasuk pengolahan lahan rawa menjadi sawah. Mudah-mudahan satu hektare ini menjadi awal pengembangan hingga delapan hektare,โ kata Iwan.
Salah satu Warga Binaan, WH, asal Lampung, mengaku sudah terbiasa membajak sawah sejak tinggal di kampung halamannya. Ia berharap keterampilan tersebut dapat kembali dimanfaatkan selama mengikuti kegiatan cetak sawah di Tuatunu Indah.
โDari dulu saya sudah terbiasa membajak sawah di kampung. Semoga keterampilan yang saya punya bisa bermanfaat bagi masyarakat, sesama Warga Binaan, dan khususnya untuk Lapas Pangkalpinang,โ ungkapnya.
Cetak sawah merupupakan rangkaian dari program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang di Tuatunu Indah. Program diawali dengan demplot kompos, dilanjutkan pelatihan pengolahan nanas menjadi dodol dan minuman, serta pengembangan hortikultura di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum Tuatunu. Kegiatan turut melibatkan Warga Binaan, masyarakat, Santri dan pelaku UMKM setempat.
Lapas Pangkalpinang juga menyerahkan rumah panggung layak huni dan mendukung pembangunan dermaga nelayan di kawasan Kulan. Produk dodol telah dipasarkan hingga Bandung, sementara pengembangan hortikultura akan diperluas ke Ponpes Nahdhotul Muhibbin Tuatunu.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berharap Warga Binaan memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, serta kesempatan berkontribusi positif di masyarakat sebelum kembali ke kehidupan di luar Lapas. (kp)






