Satu Pekerja Tewas di Tambang Laut Sampur, Warga Minta Dugaan Kelalaian Diusut Transparan

by -24 Views

http://CyberBroadNews.com (BANGKA TENGAH) – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan aktivitas tambang timah laut di perairan Sampur, Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Insiden yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) sore tersebut merenggut nyawa seorang pekerja yang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah pertambangan laut yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah mengalami kecelakaan. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi, sementara penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku prihatin atas kembali terjadinya kecelakaan kerja yang berujung korban jiwa. Mereka berharap kejadian ini menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pertambangan.

Di tengah masyarakat juga berkembang dugaan bahwa perlengkapan keselamatan kerja bagi pekerja tidak disediakan secara memadai. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum adanya hasil penyelidikan resmi dari instansi berwenang.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, apabila nantinya terbukti terdapat unsur kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak boleh menghindar dari tanggung jawab hukum maupun moral.

> “PT Timah dan pihak CV harus bertanggung jawab. Jangan hanya mau timahnya saja. Kelengkapan kerja diduga tidak mau disediakan,” ujar warga tersebut.

Selain itu, sejumlah informasi yang beredar di lapangan menyebut lokasi kecelakaan berkaitan dengan aktivitas ponton yang disebut-sebut berhubungan dengan ponton Lina, serta mengaitkan nama CV SJA dan PT Timah.

Meski demikian, hingga kini belum terdapat keterangan resmi yang mengonfirmasi keterlibatan ataupun tanggung jawab pihak-pihak tersebut dalam insiden tersebut. Seluruh informasi tersebut masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesimpulan yang prematur.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian bersama instansi teknis yang berwenang segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengusut penyebab kecelakaan, memeriksa kepatuhan terhadap standar K3, serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa pekerja.

Warga juga berharap apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja maupun peraturan pertambangan, penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, PT Timah, CV SJA maupun pihak lain yang disebut dalam informasi yang berkembang mengenai kronologi kejadian, status operasional lokasi tambang, maupun dugaan yang beredar di tengah masyarakat.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Timah, CV SJA, aparat penegak hukum, maupun pihak terkait lainnya untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi guna memberikan penjelasan, tanggapan, maupun informasi tambahan atas pemberitaan ini. (CBN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.