BANGKA, cyber-broadnews.com — Untuk kesekian kalinya, portal media online Merdeka Today kembali memproduksi pemberitaan yang disinyalir kuat menabrak rambu-rambu Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta menyajikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Setiap kali muncul pemberitaan kritis dari media Perkara News mengenai sistem pemerintahan di Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Profesor Udin, oknum wartawan Merdeka Today bernama Salman Al alias Cabul kerap membalas dengan narasi tandingan yang diduga penuh kebohongan dan bersifat hoaks.
Teranyar, lewat publikasi tertanggal 23 Mei 2026, Merdeka Today secara gamblang melayangkan tuduhan serius dengan menyebut Ahmad Wahyudi alias Yuko Ahmad, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka, sebagai oknum wartawan yang telah ‘mencaplok’ pengelolaan Pantai Pulau Tiga atau Pantai Bio di Dusun Bedukang tanpa melibatkan warga setempat. Tuduhan sepihak ini dinilai tidak hanya menyerang kehormatan pribadi, tetapi juga mencederai integritas organisasi pers.
Berdasarkan investigasi fakta dan kelengkapan dokumen yang dihimpun, narasi yang dibangun oleh Salman Al tersebut berbanding terbalik dengan realitas. Keberadaan pengurus dan anggota SMSI Bangka di lokasi tersebut murni dalam rangka menjalankan program kerja organisasi bertajuk Siber Green Day. Kegiatan tersebut difokuskan pada aksi sosial pembersihan area Pantai Bio serta pemeliharaan lingkungan pesisir.
Secara prosedural, aksi Siber Green Day ini telah mengantongi legitimasi hukum formal. Pihak penyelenggara memegang surat perizinan resmi yang diterbitkan oleh Kepala Desa (Kades) Bedukang dan disetujui oleh Camat setempat. Bahkan, agenda pelestarian lingkungan ini dihadiri dan didukung langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka yang turun ke lapangan bersama-sama membersihkan Pantai Pulau Tiga.
Tidak sebatas membersihkan area pantai untuk memajukan sektor pariwisata daerah, komitmen sosial SMSI Bangka juga menyasar pada fasilitas ibadah di sekitar lokasi. Merespons kondisi mushola setempat yang sudah lama terbengkalai dan diselimuti debu tebal, para jurnalis yang tergabung dalam SMSI melakukan pembersihan total terhadap seluruh peralatan sholat agar layak digunakan kembali oleh warga maupun wisatawan.
Langkah tendensius yang diambil oleh media Merdeka Today ini diduga kuat merupakan bentuk pembunuhan karakter (character assassination) yang sengaja diulang demi menjatuhkan nama baik Ahmad Wahyudi. Hubungan kausalitas menunjukkan adanya sentimen pribadi atau pesanan kelompok tertentu, mengingat media milik oknum tersebut kerap kali berbenturan langsung dengan media-media di bawah naungan Ketua SMSI Bangka saat melakukan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan Pemkot Pangkalpinang.
Menyikapi pelanggaran serius ini, institusi SMSI Bangka secara resmi melayangkan tuntutan keras agar redaksi Merdeka Today segera melakukan klarifikasi, mencabut berita hoaks tersebut, dan memuat hak jawab proporsional sesuai mandat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dalam catatan profesi, tindakan yang dipertontonkan oleh saudara Salman Al alias Cabul dinilai telah mencoreng marwah wartawan profesional di Indonesia. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, oknum bersangkutan diketahui belum memiliki sertifikasi kompetensi resmi sebagai jurnalis dari lembaga yang diakui negara (Dewan Pers), sehingga produk komunikasi yang dihasilkannya abai terhadap asas keberimbangan (cover both sides) dan akurasi data.






