BANGKA, cyber-broadnews.com – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya menjadi ajang seremoni. Di balik kemeriahan acara yang dipusatkan di Taman Kota Sungailiat, terselip pesan kuat mengenai perjuangan hak-hak nelayan dan kedaulatan maritim daerah.
Ketua DPD HNSI Bangka Belitung, Ridwan, S.PKP, menegaskan bahwa di usia yang lebih dari setengah abad ini, HNSI harus tetap menjadi garda terdepan sebagai organisasi perjuangan. Menurutnya, nelayan bukan sekadar pelengkap kebijakan, melainkan subjek utama dalam pembangunan kelautan di Negeri Laskar Pelangi.
Dalam pidatonya, Ridwan menyoroti berbagai persoalan krusial yang masih membayangi kehidupan masyarakat pesisir. Masalah-masalah tersebut menjadi fokus utama HNSI Babel untuk segera dicarikan solusinya melalui sinergi lintas sektor.
Akses bahan bakar yang seringkali menjadi kendala operasional utama. Cuaca ekstrem yang tidak menentu yang mengancam keselamatan dan hasil tangkapan. Sulitnya nelayan mendapatkan sokongan dana untuk modernisasi alat tangkap. Fluktuasi harga hasil laut yang sering kali merugikan nelayan kecil.
“Laut adalah masa depan daerah kita. Namun, tantangan hari ini semakin kompleks. HNSI berkomitmen memperkuat koperasi, modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, serta mendorong hilirisasi agar ada nilai tambah bagi ekonomi nelayan,” tegas Ridwan.
Rangkaian kegiatan HUT HNSI ke-53 ini telah berlangsung sejak tanggal 20 hingga 24 Mei 2026. Sebagai puncaknya, panitia menyelenggarakan Jalan Santai pada Minggu pagi (24/5/2026) di Taman Kota Sungailiat.
Pihak panitia telah menyiapkan berbagai door prize menarik bagi masyarakat dan keluarga nelayan yang hadir. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pengurus HNSI, Forkopimda, mitra nelayan, dan masyarakat umum.
Ridwan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah hingga akademisi untuk bersatu menjaga ekosistem laut. Ia meyakini bahwa laut yang sehat merupakan kunci utama bagi ketahanan pangan nasional.
“Di usia ke-53 ini, mari kita jadikan HNSI organisasi yang profesional, modern, namun tetap mengedepankan gotong royong. Nelayan yang kuat akan melahirkan bangsa yang besar,” pungkasnya.




