Polemik Muara Air Kantung, HNSI Babel Serukan Dialog dan Musyawarah untuk Cari Solusi Terbaik

by -14 Views

BANGKA, cyber-broadnews.com – Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan dialog dalam menyikapi rencana normalisasi Muara Air Kantung atau Muara Jelitik di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Menurut Ridwan, perbedaan pandangan terkait rencana normalisasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidupnya pada aktivitas perikanan.

“Terkait rencana normalisasi, beda pendapat boleh, tetapi kita harus tetap bersatu. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yakni bagaimana Muara Air Kantung dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya nelayan,” ujar Ridwan dalam pernyataan resminya, Rabu (3/6/2026).

Ridwan menjelaskan, Muara Air Kantung memiliki peran strategis sebagai jalur keluar masuk kapal nelayan dan menjadi urat nadi aktivitas perikanan tangkap di Kabupaten Bangka. Selain itu, keberadaan muara tersebut juga menjadi salah satu penopang utama roda perekonomian masyarakat pesisir.

Karena itu, HNSI Babel memandang normalisasi alur pelayaran pada prinsipnya merupakan kebutuhan yang perlu didukung apabila bertujuan meningkatkan keselamatan pelayaran nelayan, memperlancar aktivitas penangkapan ikan, serta mengatasi persoalan pendangkalan yang selama ini sering dikeluhkan para nelayan.

Meski demikian, Ridwan menekankan bahwa pelaksanaan normalisasi harus dilakukan secara hati-hati dan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Aspek lingkungan hidup, keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan, serta keterlibatan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

“Normalisasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi ekonomi semata. Aspek lingkungan, keberlanjutan sumber daya laut, serta aspirasi masyarakat yang terdampak langsung harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan maupun pelaksanaannya,” katanya.

HNSI Babel juga berharap seluruh tahapan normalisasi dapat dilaksanakan secara transparan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun teknis. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman, polemik, maupun keresahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Ridwan mengajak pemerintah daerah, instansi terkait, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dalam mencari solusi terbaik bagi masa depan Muara Air Kantung.

Menurutnya, berbagai pandangan yang berkembang hendaknya dijadikan bahan masukan yang konstruktif demi menghasilkan kebijakan yang tepat dan berkeadilan.

“HNSI Kepulauan Bangka Belitung akan selalu berdiri bersama nelayan dan mendukung setiap kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjamin keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ridwan mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah dan bersama-sama mengawal setiap proses pembangunan agar berjalan sesuai aturan, berkeadilan, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

“Nelayan Sejahtera, Laut Lestari, Bangka Belitung Maju,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.