Kompos Lapas Pangkalpinang Kembangkan Sayap di Pulau Belitung

by -21 Views

http://CyberBroadNews.com (Tanjungpandan) , INFO_PAS – Inovasi kompos hasil pembinaan kemandirian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berkembang. Kali ini, Lapas Pangkalpinang membawa inovasi tersebut ke Pulau Belitung melalui Pelatihan Pembuatan Kompos dengan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang digelar di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kamis (16/7).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas implementasi pembinaan kemandirian, mendukung ekonomi sirkular, serta memperkuat ketahanan pangan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimcam Badau Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan, pemerintah desa, kelompok tani, 10 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, 10 Klien Pemasyarakatan Bapas Tanjungpandan sebagai peserta.

Kalapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, yang hadir bersama Tim mengatakan inovasi kompos berbasis Fly Ash merupakan bentuk komitmen Lapas Pangkalpinang dalam menciptakan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kami berharap keberhasilan kompos Lapas Pangkalpinang dapat memberi manfaat hingga Pulau Belitung melalui transfer pengetahuan dan praktik bagi Warga Binaan, Klien Pemasyarakatan, serta kelompok tani,” ujar Sugeng.

Sugeng berharap kolaborasi yang terjalin mampu memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus memperluas pemanfaatan kompos berbasis Fly Ash di Kepulauan Bangka Belitung.

Kami berharap pelatihan ini melahirkan SDM terampil, mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, serta implementasi Asta Cita Presiden dan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan.

Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan,” tegas Ade.

Menurutnya, kolaborasi dengan kelompok tani dan PLTU Belitung diharapkan mampu menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Kami berharap pelatihan ini melahirkan keterampilan, menumbuhkan semangat berkarya, dan membuka peluang usaha produktif melalui sinergi dengan seluruh mitra,” ungkap Royhan.

Manager PLTU Belitung, Mahya Tauhidiya Nur, menyampaikan bahwa pemanfaatan FABA untuk kompos merupakan solusi efisien yang mendukung ekonomi sirkular serta menghasilkan produk bernilai guna bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan memperluas penerapan kompos berbasis FABA, meningkatkan keterampilan peserta, serta mendukung pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan nasional. (CBN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.