http://CyberBroadNews.com BANGKA, garismerah.web.id — Di balik gencarnya aktivitas ratusan unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi tanpa legalitas jelas di perairan Pulau Lampu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kini terungkap peran penting seorang oknum wartawan. Keterlibatan ini diduga telah berlangsung lama dan berjalan terkoordinir rapi.
Sudah Lama Berkecimpung, Banyak yang Tahu
Berdasarkan informasi dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, sosok yang dikenal dengan inisial “E” tersebut telah lama berkecimpung di kawasan itu.
“Lah lama bang die, oknum wartawan tu ‘E’ berkecimpung di Pulau Lampu. Kurasa kawan media banyak yang tahu soal ‘E’ tu,” ungkap sumber.
Sumber lain yang menyampaikan keterangan melalui pesan WhatsApp pada Senin (21/09/2026) malam menambahkan, oknum tersebut justru tampak merasa hebat karena diduga mampu mengkondisikan kegiatan yang seharusnya masuk dalam jangkauan penegakan hukum Satpolairud Polres Bangka.
Diklaim Dapat 18 Kg Timah Setiap Hari
“Asal ayuk tau ok, keterangan dari penyanting kalau oknum wartawan tu perhari dapat timah 18 kilo,” demikian isi pesan yang diterima tim awak media.
“Izin Abu-abu, Tapi Tetap Dikerjakan Mereka yang Pegang Kendali”
Seperti dilansir pula dari ungkap-kasus.web.id pada 20 September 2026, warga lainnya mengonfirmasi keterlibatan pihak-pihak tersebut.
“Izinnya abu-abu, tapi tetap dikerjakan. Sudah lama ada oknum aparat dan wartawan yang ambil keuntungan dari sini, bahkan mereka pegang kendali atas ponton-ponton yang beroperasi,” ungkap sumber.
Keterangan senada disampaikan warga lainnya:
“Sudah lama begitu. Oknum wartawan itu sudah kenyang dari dulu ambil cantingan timah, katanya dia juga yang pegang pontonnya. Begitu juga oknum aparat, mereka yang membina dan mengatur jalannya kegiatan.”
Publik Tuntut Klarifikasi & Penyelidikan
Fakta bahwa seorang yang mengemban profesi jurnalistik justru diduga ikut mengendalikan dan mengambil keuntungan dari kegiatan yang tidak memiliki kepastian hukum memicu kemarahan sekaligus kekhawatiran. Di satu sisi, seharusnya menjadi pengawas; di sisi lain, justru diduga menjadi pihak yang mengatur jalannya usaha ilegal tersebut.
Masyarakat kini menantikan:
– Konfirmasi dari pihak yang disebut untuk meluruskan atau membantah informasi ini
– Penyelidikan menyeluruh dari aparat berwenang terkait peran oknum yang dimaksud
– Kejelasan nasib puluhan ponton yang beroperasi di kawasan tersebut





