http://CyberBroadNews.com ย BANGKA โ Perairan Pulau Lampu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kini menjadi sorotan tajam. Kawasan ini nampaknya telah lama menjadi “primadona” bagi pelaku penambangan menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) jenis Tower. Aktivitas berlangsung bertahun-tahun tanpa legalitas yang jelas, dan berkali-kali dilakukan razia yang hanya berujung himbauan tanpa penangkapan nyata.
Kondisi ini kini menjadi tolok ukur ketegasan sejumlah pihak: Kapolda Babel, Danlanal Babel, Kapolres Bangka, Kapolsek Belinyu, Satpolairud Polres Bangka, hingga Satgas besutan Prabowo dan Satgas PT Timah Tbk.
“Kami Hanya Bisa Lihat, Diam, dan Percuma”
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi tersebut memang tidak memiliki izin sah statusnya “abu-abu” namun tidak ada penindakan tegas. Hal ini memunculkan kesan pembiaran, seakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik kelanggengan kegiatan tersebut.
“Kalau Pulau Lampu selalu jadi idola bos ku. Kami warga lah banyak tau cuma dak nek ambil pusing. Diambil pusing juga percuma karena APH juga dakde bertindak. Jadi kami cuma pacak dengar, liat, dan diam,” ungkap seorang warga kepada Tim AWAM BABEL, Minggu (20/09/2026).
Ponton Menghilang Saat “Ada Info”, Kembali Saat Tenang

Sumber lain mengonfirmasi pola yang berulang. Beberapa minggu lalu, banyak pemilik PIP Tower Rajuk memindahkan ponton mereka ke tempat lain karena beredar kabar akan ada razia.
“Beberapa minggu lalu PIP Tower Rajuk parkir be karena ada info dak pacak begawe. Jadi ponton tower kami tarik ke Selindung takut dirazia,” ujar sumber yang juga pemilik beberapa unit PIP.
Fakta ini menunjukkan bahwa pelaku mengetahui kapan harus bersembunyi, pertanda adanya aliran informasi yang membuat mereka selamat berulang kali.
Lima Pertanyaan Krusial yang Belum Terjawab
AWAM Babel merumuskan sejumlah pertanyaan mendasar yang wajib dijawab:
1.ย Siapa dalang atau aktor oknum yang mengkondisikan kegiatan ini sehingga berjalan lancar tanpa tersentuh Danlanal Babel, Kapolda Babel, Polres Bangka, Satpolairud, Danpos AL Belinyu, Satgas besutan Prabowo, maupun Satgas PT Timah Tbk?
2.ย Benarkah ada keterlibatan oknum aparat maupun oknum wartawan yang membuat kegiatan berjalan mulus?
3.ย Perusahaan swasta mana yang berada di balik kegiatan ini, dengan dalih membantu warga dan nelayan?
4.ย Apakah ada “uang kordinasi” atau bagi hasil yang disalurkan kepada sejumlah oknum agar kegiatan dibiarkan?
5.ย Hasil timah tersebut dijual ke mana? Apakah disetorkan ke PT Timah Tbk, atau dialirkan ke perusahaan swasta yang namanya telah diketahui publik?
“Tanpa Minyak, Api Tak Akan Menyala”
AWAM BABEL (ALiansi Wartawan Merdeka Bangka Belitung) mendesak seluruh pihak berwenang โ Danlanal Babel, Kapolda Babel, Kapolres Bangka, Satpolairud, Polsek Belinyu, Satgas PT Timah, serta Satgas besutan Prabowo segera turun tangan menyelidiki dan menindak tegas.
Pesan yang bergema di masyarakat sangat sederhana namun dalam maknanya:
“Jika tak ada minyak, mana mungkin api menyala besar. Jika tak ada yang mengkondisikan, mana mungkin kegiatan bertahun-tahun terus berjalan.”
Publik kini menantikan tindakan nyata, bukan sekadar himbauan yang akan kembali terlupakan. (Tim AWAM BABEL).

