Rupiah Tembus Rekor Terlemah, Komunikasi Prabowo Dinilai Perkeruh Situasi

by -18 Views

JAKARTA, cyber-broadnews.comย  โ€” Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menuai kritik dari sejumlah ekonom dan pelaku pasar. Alih-alih meredam kekhawatiran publik, komunikasi yang disampaikan kepala negara justru dinilai memperburuk sentimen investor di tengah tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan domestik.

Dalam kunjungannya di Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo sempat menyatakan bahwa masyarakat desa tidak terlalu terdampak pelemahan rupiah karena โ€œorang desa tidak pakai dolarโ€. Pernyataan tersebut langsung memantik polemik luas di ruang publik dan media sosial.

Komentar itu muncul ketika nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan hebat. Berdasarkan laporan Reuters, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.670 per dolar AS, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah nilai tukar Indonesia. Kondisi tersebut terjadi meskipun Bank Indonesia telah melakukan intervensi pasar secara agresif.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai pernyataan Presiden kurang tepat disampaikan di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

โ€œTiming-nya kurang ideal, dan di kondisi market yang lagi fragile begini bobot satu kalimat dari pucuk pimpinan jadi berkali lipat,โ€ ujar Yusuf seperti dikutip IDN Times.

Menurut Yusuf, dampak pelemahan rupiah sejatinya tetap dirasakan hingga level masyarakat bawah, termasuk di pedesaan. Sebab, banyak kebutuhan pokok dan komoditas strategis masih bergantung pada impor, mulai dari BBM, LPG, pupuk, hingga bahan pangan tertentu. Ketika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan berujung pada kenaikan harga barang di dalam negeri.

Kritik serupa juga datang dari Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. Ia menegaskan bahwa depresiasi rupiah tidak bisa dianggap persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat desa.

โ€œJangan dikira pelemahan nilai rupiah terhadap dolar yang sudah Rp17.600 itu tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik di level desa,โ€ kata Bhima.

Sejumlah analis menilai komunikasi pemerintah saat kondisi pasar bergejolak sangat menentukan persepsi investor. Pernyataan yang dianggap meremehkan tekanan kurs dinilai berpotensi memperburuk kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Reuters melaporkan, tekanan terhadap rupiah juga dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik global, hingga kekhawatiran investor terhadap disiplin fiskal pemerintah Indonesia.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Ia menyebut Indonesia memiliki ketahanan pangan dan energi yang cukup sehingga masyarakat diminta tidak panik menghadapi pelemahan kurs. Pemerintah juga disebut terus menjaga stabilitas harga dan subsidi energi agar tekanan ekonomi tidak terlalu membebani rakyat kecil.

Namun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa komunikasi publik dari pejabat tinggi negara memiliki dampak besar terhadap psikologi pasar. Dalam situasi ekonomi yang rentan, konsistensi pesan pemerintah dianggap sama pentingnya dengan kebijakan fiskal maupun moneter yang dijalankan.

Kondisi ini sekaligus menjadi ujian besar bagi pemerintahan Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara optimisme politik dan kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi nasional ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.