Ridwan HNSI Tegaskan, Siapa Pun Pelaksananya, Normalisasi Muara Air Kantung Wajib Didukung

by -23 Views

BANGKA, cyber-broadnews.com – Persoalan pendangkalan alur Muara Air Kantung kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bangka. Bagi kalangan nelayan, isu utama yang perlu dikedepankan bukanlah siapa yang melaksanakan pekerjaan normalisasi, melainkan bagaimana alur pelayaran dapat kembali terbuka sehingga aktivitas nelayan berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Ketua DPD HNSI Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan, menegaskan bahwa pendangkalan Muara Air Kantung telah berlangsung cukup lama dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

Menurutnya, Muara Air Kantung merupakan urat nadi aktivitas perikanan di Kabupaten Bangka. Kondisi alur yang dangkal tidak hanya menghambat keluar masuk kapal nelayan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran, terutama saat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

“Prinsip kami sederhana. Siapa pun yang melakukan normalisasi, selama sesuai dengan aturan dan bertujuan membuka kembali alur Muara Air Kantung untuk kepentingan masyarakat nelayan, tentu harus kita dukung. Yang paling penting adalah nelayan dapat melaut dengan aman dan aktivitas perekonomian kembali bergerak,” ujar Ridwan.

Ia menilai seluruh pihak perlu melihat persoalan ini secara objektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Normalisasi alur muara harus dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pelayaran nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak menjadikan persoalan ini sebagai polemik yang berkepanjangan. Fokus utama kita adalah bagaimana alur muara kembali normal, kapal nelayan dapat beroperasi dengan baik, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat,” tambahnya.

HNSI Babel juga mendorong agar proses normalisasi dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup, keselamatan pelayaran, serta seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat nelayan maupun generasi mendatang.

Ridwan menegaskan bahwa keberhasilan normalisasi Muara Air Kantung tidak diukur dari siapa yang mengerjakannya, melainkan dari hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni terbukanya kembali akses pelayaran, meningkatnya produktivitas sektor perikanan, serta tumbuhnya perekonomian masyarakat pesisir.

“Muara Air Kantung adalah milik masyarakat. Ketika alurnya terbuka dan nelayan dapat melaut dengan nyaman, maka itulah kemenangan sesungguhnya bagi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ketua PJS (Pro Jurnalis Siber) Bangka, Agus Eko. Foto: Dokumen Pribadi.

Dukungan terhadap pernyataan tersebut juga datang dari Ketua PJS (Pro Jurnalis Siber) Bangka, Agus Eko. Saat ditemui wartawan, ia mengapresiasi sikap DPD HNSI Babel yang menempatkan kepentingan nelayan sebagai prioritas utama dalam upaya pembukaan kembali alur Muara Air Kantung.

Menurut Agus Eko, persoalan pendangkalan alur muara harus disikapi dengan semangat mencari solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung langkah-langkah yang bertujuan mengembalikan fungsi alur pelayaran demi kelancaran aktivitas nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semakin besarnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, normalisasi Muara Air Kantung diharapkan dapat segera terealisasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi ribuan nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada aktivitas perikanan di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.