Polres Bangka Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi dalam Perampokan Timah PT PMP

by -22 Views

BANGKA, cyber-broadnews.com โ€” Polres Bangka terus mendalami kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) timah di PT PMP kawasan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Dalam perkembangan terbaru, tiga oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polda Kepulauan Bangka Belitung diduga ikut terlibat dalam pengawalan mobil pengangkut timah hasil kejahatan tersebut.

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, mengungkapkan hal itu saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Kamis (21/5/2026) sore. Konferensi pers turut dihadiri Kasat Reskrim AKP Mauldi Waspadani, Kasi Humas AKP Era Anggraini, Kasi Propam IPTU Teguh, dan Kasat Intelkam IPTU Hamza.

Menurut Kapolres, ketiga oknum polisi tersebut tidak berada di lokasi saat aksi pencurian dengan kekerasan terjadi. Namun, mereka diduga ikut berperan setelah timah berhasil diambil dari lokasi kejadian.

โ€œSetelah kita selidiki dan lakukan pemeriksaan, memang ada dugaan keterlibatan beberapa anggota. Perannya mengawal mobil yang membawa barang keluar dari wilayah Bangka,โ€ ujar AKBP Deddy.

Ia menjelaskan, dugaan keterlibatan para oknum anggota itu terjadi pada saat proses pengangkutan timah hasil kejahatan menuju keluar daerah.

โ€œPada saat di TKP mereka tidak ada. Namun setelah barang diambil, mereka diduga ikut mengawal,โ€ katanya.

Selain dugaan keterlibatan anggota aktif, polisi juga mengungkap adanya peran mantan anggota Polri berinisial TR yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). TR diketahui merupakan mantan anggota polisi yang telah dipecat.

โ€œTR ini mantan anggota Polri yang sudah dipecat. Saat ini masih dalam pencarian,โ€ ungkap Kapolres.

Dalam kasus tersebut, TR diduga berperan sebagai sopir sekaligus penunjuk jalan bagi para pelaku. Meski tidak ikut masuk ke lokasi kejadian, ia disebut mengatur jalannya aktivitas setelah aksi pencurian berlangsung.

โ€œDia tidak ikut ke lokasi, tetapi mengatur setelah kegiatan tersebut berlangsung,โ€ jelasnya.

Penyidik juga mendalami dugaan adanya imbalan yang diterima oknum anggota polisi yang diduga terlibat dalam pengawalan timah hasil curian tersebut.

โ€œAda indikasi menerima imbalan, tetapi masih kita dalami berapa jumlahnya,โ€ ujar Deddy.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi turut mengamankan uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan timah curian dengan total mencapai Rp1,063 miliar.

โ€œAwalnya kita temukan sekitar Rp768 juta, kemudian update terakhir menjadi Rp1 miliar 63 juta. Itu diduga hasil penjualan,โ€ katanya.

Selain mengamankan barang bukti uang tunai, penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak penadah yang terlibat dalam kasus tersebut. Sejumlah nama lain disebut masih dalam proses penyelidikan dan pencarian polisi.

Kapolres menegaskan, penanganan terhadap oknum anggota Polri yang diduga terlibat akan dilakukan bersama Bidang Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung.

โ€œKita sudah koordinasi dengan Propam Polda dan penanganannya akan didalami lebih lanjut di sana,โ€ tegasnya.

AKBP Deddy juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang telah membantu pengungkapan kasus dugaan perampokan timah di PT PMP tersebut, di antaranya Jatanras Polda Babel, Satreskrim Polres Bangka, Sat Intelkam Polres Bangka, Opsnal Polres Bangka Barat, dan Unit Resintel Polsek Mentok.

โ€œTerima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras membantu pengungkapan kasus ini,โ€ tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.