PANGKALPINANG, cyber-broadnews.com โ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus memperkuat pembinaan kemandirian melalui Program Kelurahan Binaan dengan menggelar pelatihan pengolahan hasil pertanian nanas menjadi sari buah dan dodol bagi Warga Binaan dan masyarakat, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus membekali keterampilan wirausaha nyata guna mendukung kemandirian ekonomi.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang, Anon Nurdiatik, didampingi Novita selaku peserta magang, untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada Warga Binaan, perwakilan warga masyarakat Kelurahan Tuatunu Indah, Kelurahan Selindung, Kelurahan Kacang Pedang, dan masyarakat sekitar Lapas Pangkalpinang serta diikuti oleh dua orang perwakilan petugas dari Lapas Perempuan Pangkalpinang.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan dan masyarakat untuk membangun usaha mandiri serta mengembangkan potensi komoditas lokal seperti nanas Tuatunu agar bernilai ekonomi.
โPelatihan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun semangat kerja. Dengan dukungan pemerintah daerah, potensi ekonomi masyarakat diharapkan terus tumbuh dan membawa keberkahan,โ ujar Sugeng.
Sugeng menambahkan, pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mendorong pengembangan produk olahan nanas dan turunannya agar memiliki nilai tambah serta dapat dikembangkan bersama komoditas lokal lainnya.
โNanas Tuatunu merupakan potensi khas daerah yang luar biasa. Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus berkembang melalui pengolahan komoditas unggulan lokal lainnya, seperti jeruk kunci dan lainnya,โ ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pembinaan kemandirian melalui keterampilan produktif dan peluang usaha dengan dukungan sinergi bersama masyarakat serta pemerintah daerah.
โMelalui pelatihan ini, kami ingin warga binaan memiliki wawasan usaha yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sekaligus mendorong produk olahan ini terus berkembang hingga memiliki branding dan pemasaran yang lebih luas,โ harap Mulsa.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Dispaper Kota Pangkalpinang, Eri Haryono, mengapresiasi pelatihan yang digelar Lapas Pangkalpinang karena dinilai strategis dalam mendukung pembinaan kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
โKota Pangkalpinang memiliki komoditas unggulan berupa Nanas Tuatunu yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian RI dan memiliki cita rasa khas serta berkualitas. Kami berharap kegiatan ini mempererat kolaborasi dalam mendukung pengembangan SDM yang unggul dan produktif,โ pungkasnya.
Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Camat Gerunggang, Rozi, Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi, perwakilan Lembaga Adat Melayu Tuatunu. Pelatihan berlangsung interaktif melalui praktik dan diskusi pengolahan nanas sebagai bekal produktif bagi warga binaan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi.





