Mentimun Giok Jadi Komoditas Baru Pembinaan Kemandirian Lapas Pangkalpinang

by -20 Views

http://CyberBroadNews.com (Pangkalpinang) , – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus memperkuat pembinaan kemandirian melalui budidaya mentimun giok (Jade Girl) sebagai komoditas hortikultura baru terintegrasi dengan Agroedupark dalam mendukung program ketahanan pangan. Tanaman tersebut tumbuh subur di lahan kegiatan kerja seluas sekitar 25 meter persegi yang dikelola oleh Warga Binaan dengan bimbingan petugas.

Mentimun giok merupakan varietas mentimun hibrida yang produktif, bertekstur renyah, tidak pahit, dan dapat dipanen dalam waktu 35–40 hari setelah tanam. Memasuki usia 25 hari, tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik dan diproyeksikan segera dipanen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal Lapas Pangkalpinang.

 

Caption : pembinaan kemandirian melalui budidaya mentimun giok (Jade Girl).

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan bahwa pengembangan mentimun giok menjadi salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Budidaya mentimun giok membuktikan bahwa lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif. Melalui pembinaan ini, warga binaan memperoleh keterampilan bertani sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan internal Lapas,” ujar Sugeng, Selasa (14/7).

Sugeng menambahkan, keberhasilan budidaya mentimun giok didukung penggunaan kompos Fly Ash produksi Lapas Pangkalpinang yang berasal dari limbah non-B3 sisa pembakaran batu bara. Selain menyuburkan tanah, pemanfaatan kompos tersebut juga menjadi wujud pengelolaan limbah yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Kami berharap inovasi ini terus mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian sekaligus ketahanan pangan di Lapas Pangkalpinang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menjelaskan bahwa pemilihan varietas mentimun giok didasarkan pada produktivitas yang tinggi, masa panen yang relatif singkat, serta kemudahan dalam perawatannya.

Kami terus mengembangkan komoditas hortikultura yang sesuai dengan kondisi lahan di Lapas. Mentimun giok dipilih karena mudah dibudidayakan, produktif, dan menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan,” jelas Mulsa.

Warga binaan berinisial A mengaku memperoleh pengalaman baru, menurutnya, setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, pemasangan ajir, hingga perawatan tanaman memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.

Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya juga belajar cara membudidayakan mentimun yang baik. Ilmu ini menjadi bekal yang ingin saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat Agroedupark Kemandirian sebagai wadah pembentukan karakter, etos kerja, dan bekal hidup bagi Warga Binaan setelah bebas. (CBN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.