Ade Agustina Minta Jajaran Ditjenpas Babel Tak Anti Media: Informasi Apapun Kami Open

by -13 Views

PANGKALPINANG, cyber-broadnewa.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ade Agustina bersama jajarannya menggelar pertemuan dengan insan pers di Kota Pangkalpinang. Acara digelar di kafe RB jalan Selindung, Rabu (13/5/2026).

Pada pertemuan tersebut, Ade bermaksud menyambung silaturahmi kepada para wartawan, pasalnya dia baru saja menjabat di wilayah Babel, yang dilantik pada tanggal 10 April 2026 lalu.

“Sebagai check and balance, kami merasa sangat perlu bersinergi dengan rekan-rekan wartawan semuanya. Kami bukan yang terbaik, tapi kami berusaha menjadi baik,” kata Ade.

Agus Eko dari BEN group mengapresiasi pertemuan kali ini. Dia menyebut bahwa wartawan sangat terbuka dengan pihak Kanwil Ditjenpas Babel.

Eko meminta, agar Kakanwil dapat juga terbuka dengan informasi yang ada. Supaya informasi yang diterima masyarakat melalui berita yang dibuat wartawan dapat utuh.

“Kami merasa, Ditjenpas Babel terutama Lapas, beberapa waktu belakangan kurang terbuka kepada wartawan. Sulit sekali mendapatkan informasi, sehingga tercipta isu atau rumor yang kurang sedap. Kami berharap dibawah kepemimpinan ibu Ade, hal ini tidak terjadi,” ujar Eko.

Menanggapi hal ini, Ade meminta jajarannya untuk terbuka kepada wartawan.

“Saya minta bapak-bapak (jajaran Ditjenpas) terbuka, saling membantu dan bersinergi. Informasi apapun kami open, silahkan wartawan datang ke kami, kalau ada hal-hal yang kurang terkait berita ataupun informasi,” kata dia.

Sementara itu, Eko Geboy dari TVRI Babel menyebutkan dia dan para wartawan televisi kesulitan mendapatkan video liputan.

“Kami kan audio visual, butuh gambar video. Kalau Lapas Pangkalpinang sudah sangat membantu, cuma kami minta untuk Lapas lainnya kami diberi akses untuk meliput,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Ade juga meminta jajarannya untuk dapat memberikan izin jika ada wartawan, terutama wartawan televisi untuk meliput.

“Silahkan kalau mau meliput, ambil gambar, saya paham kalau televisi butuh video. Selama tidak melanggar aturan silahkan. Seperti jika warga binaan tidak berkenan diliput ya jangan, jangan juga bikin profil warga binaan di dalam, kurang elok. Ada beberapa hal yang boleh dan yang tidak boleh diambil gambarnya. Bila perlu kita buatkan grup WhatsApp bersama media, supaya cepat responnya,” jawab Ade.

“Saya selaku Kakanwil Ditjenpas Babel meminta maaf kalau kami selama ini kurang bagus komunikasinya dengan wartawan. Kritik dan masukan dari rekan-rekan, menjadi hal yang sangat berharga agar kami menjadi lebih baik ke depannya. Semoga kita bisa bersinergi dan silaturahmi kita seperti ini bisa terus terjalin,” kata Ade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.