
CyberNews Sungailiat โ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat terus mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan kerajinan tangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kerja produktif yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah Masyarakat, Kamis 15 Januari 2026.
Melalui kegiatan kerajinan, warga binaan dilatih untuk menghasilkan produk dengan standar kualitas tertentu, bekerja secara disiplin, serta memahami proses kerja dari awal hingga produk siap digunakan. Pembinaan ini diarahkan agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Dadang Rais Saputro, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian melalui kerajinan menjadi bagian penting dalam menyiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi secara mandiri setelah menjalani masa pidana.
โPembinaan ini kami arahkan agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa dikembangkan secara mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,โ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Sungailiat, Landra Fikri Dzaky, menjelaskan bahwa pembinaan kerajinan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguasaan keterampilan hingga pemahaman dasar tentang nilai jual produk.
โDari kerajinan ini, warga binaan kami dorong untuk memahami bahwa hasil kerja mereka bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Ini menjadi bekal awal untuk merintis usaha kecil ketika kembali ke masyarakat,โ jelasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan melalui kegiatan kerja produktif serta merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui pembinaan kerajinan ini, Lapas Sungailiat menegaskan bahwa pemasyarakatan berperan dalam membentuk keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan agar dapat berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
