dari Pulau Timah menuju Pulau Kemandirian, Kalapas Sugeng Bawa Inovasi Lapas Pangkalpinang

by -2 Views

http://CyberBroadNews.com (Pangkalpinang), INFO_PAS – Meninggalkan Pulau Bangka yang dikenal sebagai Pulau Timah, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang yang lama, Sugeng Indrawan, membawa semangat inovasi menuju Nusakambangan yang kini bertransformasi sebagai Pulau Kemandirian dan lumbung pangan Pemasyarakatan. Transformasi ini digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sejak September 2025 sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan kemandirian Warga Binaan.


Momentum tersebut bertepatan dengan acara Lepas Sambut dan Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Pangkalpinang dari Sugeng Indrawan kepada Febie Dwi Hartanto, Rabu (26/8). Kegiatan tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, mitra kerja Lapas Pangkalpinang, jajaran pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan, seluruh petugas Lapas Pangkalpinang, serta para pensiunan.

Selama 541 hari memimpin Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan menghadirkan berbagai inovasi, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pembenah tanah dan kompos yang ramah lingkungan serta ekonomis.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatunu Indah, antara lain pemanfaatan kompos untuk kebun sawit dan nanas masyarakat adat Melayu Tuatunu, pengembangan dodol nanas bersama UMKM dan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum hingga dipasarkan ke Jawa Barat, penyerahan rumah panggung layak huni, serta penanaman hortikultura di lahan tidak produktif pesantren.

Lapas Pangkalpinang bersama para mitra juga mendorong pencetakan sawah di lahan idle Tuatunu seluas 8 hektare yang hingga kini masih berjalan. Program-program tersebut melibatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta PLTU Air Anyir.

“Saya tidak melihat perpindahan ini sebagai meninggalkan apa yang telah dibangun, tetapi membawa semangat itu ke tempat yang baru. Apa yang dimulai di Lapas Pangkalpinang, mudah-mudahan terus berkembang dan memberi manfaat di Nusakambangan,” ujar Sugeng.

Ia menegaskan, setiap inovasi Pemasyarakatan harus memberikan dampak nyata bagi Warga Binaan, masyarakat, dan lingkungan. Sugeng selanjutnya dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan.

Sementara itu, Febie Dwi Hartanto menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program yang telah dirintis.

“Apa yang telah dibangun Pak Sugeng menjadi fondasi yang baik. Kami akan menjaga kesinambungannya dan menghadirkan inovasi baru agar Lapas Pangkalpinang terus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, kemandirian, dan harapan,” ungkap Febie.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan dan berharap estafet kepemimpinan membawa dampak positif bagi kedua satuan kerja.

“Rotasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Harapannya, Pak Sugeng membawa pengalaman terbaik dari Bangka Belitung untuk memperkuat kemandirian di Nusakambangan, sementara Lapas Pangkalpinang terus melanjutkan inovasi yang telah dibangun,” kata Ade.

Dari Pulau Timah menuju Pulau Kemandirian, perpindahan Sugeng Indrawan menjadi momentum estafet pengabdian. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di tempat baru, sementara Lapas Pangkalpinang melanjutkan langkah bersama Febie Dwi Hartanto untuk semakin produktif dan berdampak bagi masyarakat. (kp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.